Friday, July 31, 2015

Kelantan FA Mau Bikin Liga Tanpa FAM & FIFA

Tan Sri Annuar Musa merasa kecewaFAM mendesak Kelantan segera melunasi tunggakan gaji Steve Darby
Manajemen Kelantan FA merasa kecewa dengan federasi sepakbola Malaysia (FAM), serta memunculkan ide radikal untuk menggulirkan liga tanpa bernaung di bawah FAM dan FIFA.
Hal itu diungkapkan presiden Kelantan FA Tan Sri Annuar Musa. Saat ini Kelantan dilanda krisis finansial, dan makin diperparah dengan tunggakan gaji kepada mantan pelatihnya, Steve Darby, dari April 2014 hingga November 2015 yang mencapai RM636 ribu, atau sekitar Rp2,25 miliar.
Pada 28 Juli, FAM kemudian mendesak Kelantan agar segera melunasi tunggakan gaji dalam rentang waktu 14 hari. Tuntutan FAM ini membuat Kelantan gusar, dan menyatakan ingin keluar dari induk organisasi sepakbola Malaysia tersebut. Menurut Annuar, FAM hanya bisa menjatuhkan sanksi denda tanpa memperhatikan kesulitan yang dialami klub.
“Jika klub mengganti pelatih, atau pemain, ini berarti tim itu sanggup dengan biaya tambahan demi memperbaiki prestasi sepakbola yang menjadi tanggung jawab federasi,” cetus Annuar dikutip laman Utusan.
“Namun FAM tidak memandang niat baik kami, sebaliknya klub terpaksa menurut draf yang telah ditentukan FAM yang tidak melindungi hak klub. Mau mendapatkan dana RM1 pun terpaksa banting tulang.”
“Berapa yang sudah FAM berikan kepada klub? Klub diibaratkan membajak sawah guna mencari dana untuk FAM.”
Karena itu, lanjut Annuar, Kelantan mulai mengkaji kemungkinan membuat liga, atau klub lain tanpa bernaung di bawah FAM dan FIFA.
“Satu ide yang boleh dianggap radikal, tapi tak mustahil [dilakukan]. Kalau sekadar untuk bermain bola, banyak klub boleh hidup tanpa FAM, atau pun FIFA. Boleh kita coba?” tantang Annuar.

Danan Puspito Sementara Lupakan Sepakbola

Danan Puspito kini menggeluti bisnis mebel setelah kompetisi musim 2015 dihentikan
Mantan bek Persijap Jepara Danan Puspito mengaku untuk sementara waktu melupakan sepakbola, dan memilih fokus mengembangkan bisnis mebel agar mendapatkan pemasukan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurut Danan, ia merasa kecewa dengan perseteruan antara PSSI dan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) yang berimbas terhadap ketidakpastian persepakbolaan nasional. Sebagai bentuk kekecewaannya itu, ia untuk sementara melupakan profesinya sebagai pesepakbola.
Bisnis mebel baru digeluti Danan setelah ada konflik tersebut. Pemain berusia 29 tahun ini langsung membuka dua showroom di Jepara, yakni di Jalan Gudang Sawo depan SMK Pertanian, dan Jalan Sentral Industri 185.
“Kecewa dengan kondisi sepakbola sekarang. Kedua kubu sama-sama egois, dan tidak melihat kami sebagai pemain yang menggantungkan kehidupan dari bermain bola. Saya kira konflik masih berkepanjangan,” ucap Danan kepada Goal Indonesia saat ditemui di Danan Galeri.
“Banyak tim yang menghubungi untuk bermain di beberapa turnamen, namun saya tolak halus. Tahun ini saya fokus bisnis mebel. Kalau tahun depan sepakbola sudah kembali normal, saya akan kembali bermain, baik untuk tim ISL, maupun Divisi Utama.”
“Kalau perseteruan sudah damai, saya masih tetap ingin bermain sepakbola.”
Sementara terkait dengan usahanya, Danan menilai bisnis mebel masih 'seksi' untuk dijadikan sandaran hidup. Lama tinggal di Kota Ukir membuat Danan lambat laun tertarik berbisnis mebel dari kayu jati.
“Mebel produksi saya diekspor ke mancanegara, dan memenuhi pasar Indonesia. Permintaan konsumen dari luar Jawa cukup tinggi. Pasar di Indonesia masih sangat potensial untuk dilirik. Kalau mau pesan, bisa menghubungi saya. Harga bisa nego lah,” katanya sembari promosi. (gk-18)

Ikut PIS, Sriwijaya FC Siap Mengutang

Sriwijaya FC sudah mempersiapkan dana talangan untuk mengarungi Piala Indonesia SatuManajemen Sriwijaya FC menyatakan, sudah ada pihak yang siap memberikan talangan jika Laskar Wong Kito mengalami kesulitan finansial saat mengikuti turnamen Piala Indonesia Satu (PIS) 2015.
Direktur keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Yuliar mengatakan, sponsor hingga saat ini belum juga mengucurkan dana bantuan seperti yang tertuang dalam kontrak, sehingga manajemen harus mencari dana talangan dari pihak ketiga.
“Kita siap ikut turnamen, dan dana pun sudah ada. Kalau nanti dana yang ada ini kurang, kita sudah ada dana talangan dari personal loan, sambil menunggu dana dari sponsor cair,” ungkap Yuliar.
“Kita juga mengerti. Mungkin sponsor takut mengeluarkan dana kalau diperiksa [laporan keuangan], karena saat ini belum ada kompetisi. Jadi dengan adanya turnamen-turnamen ini, kita harapkan dana dari sponsor bisa segera cair.”
Meski dana tersebut telah disiapkan, Yuliar enggan mengumbar jumlah total nominalnya secara detil.
“Saya tidak bisa sebutkan. Pokoknya sekarang kita sudah siapkan dana kurang dari Rp1 miliar. Kita harapkan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tim,” ungkapnya.
Terkait sistem pembayaran honor pemain, Yuliar menjelaskan, mereka memiliki banyak opsi, diantaranya dibayar per pertandingan, atau bisa saja menyesuaikan dengan berapa lama turnamen berlangsung.

“Bisa saja dibayar per paket [pertandingan], atau per bulan berapa juta begitu. Banyak opsinya. Tapi sekarang kita belum memutuskannya. Kalau mau lebih jelas soal gaji, bisa ditanyakan langsung dengan manajer tim, Pak Robert [Heri], karena beliau yang mengurus soal itu,” pungkasnya. (gk-55)

Dian Agus Tunggu Panggilan Sriwijaya FC

Dian Agus Prasetyo berharap Sriwijaya FC melakukan persiapan lebih dini menyongsong Piala Indonesia Satu

Penjaga gawang Dian Agus Prasetyo mengaku hingga saat ini ia belum mendapatkan panggilan dari manajemen, maupun jajaran pelatih Sriwijaya FC untuk menjalani latihan menghadapi turnamen Piala Indonesia Satu (PIS) 2015.
Sriwijaya FC sebelumnya sudah memastikan bakal ikut turnamen yang rencananya digulirkan pada akhir Agustus. Manajemen Laskar Wong Kito pun sudah menyatakan akan menyiapkan 20 pemain untuk tampil di turnamen tersebut.
Namun Dian Agus mengatakan, hingga saat ini ia belum mendapat kabar dari manajemen terkait pemanggilan pemain. Dian Agus menyarankan agar manajemen segera melakukan pemanggilan lebih dini agar persiapan tim bisa maksimal. Apalagai pemain sudah cukup lama menikmati libur setelah kompetisi dihentikan.
“Kalau SFC ikut turnamen, sebaiknya kami sudah dikabari. Tapi sekarang belum ada,” kata Dian Agus.
“Sebaiknya awal Agustus kami sudah kembali ke Palembang. Tetapi sekarang belum juga ada perintah.”
Sementara itu, sekretaris tim Achmad Haris saat dikonfirmasi membenarkan manajemen belum melakukan komunikasi dengan para pelatih dan pemain. Namun ia menjelaskan, para pemain paling tidak akan dikumpulkan di awal Agustus.
“Kemungkinan tanggal 5 Agustus kita akan kumpulkan pemain di Palembang,” jelas Haris. (gk-55)

Ancaman Boikot Jadi Alasan Arema Ganti Jersey

Jersey Arema Cronus di Indonesia Super League 2015 mendapat kritikan dari Aremania
Manajemen Arema Cronus mengungkapkan alasan mereka mengganti desain jersey utama saat tampil di turnamen Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015 di Banyuwangi. Ancaman boikot dari Aremania menjadi alasan utama.
Saat bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2015, Arema memakai jersey kotak berwarna biru dan kuning. Namun warna itu mengundang protes dari Aremania, karena menganggap berbau partai politik. Manajemen akhirnya membuat desain baru biru gelap bergaris horizontal di SoJC 2015.
General manager Arema Ruddy Widodo mengungkapkan, jersey baru itu memang tanpa merek, kendati mereka terikat kontrak dengan perusahaan apparel Specs untuk ISL 2015.
“Awalnya kami mengajukan penawaran kepada pihak Specs agar mereka mengganti warna kuning yang mendampingi warna biru di jersey Arema. Namun, mereka tidak bisa membuatnya dalam waktu singkat. Sementara kami sendiri merasakan tekanan luar biasa dari Aremania soal jersey ini,” ungkap Ruddy kepadaGoal Indonesia.
“Bahkan secara ekstrem beberapa Aremania melakukan boikot hanya karena jersey. Mereka mengibaratkan warna kuning identik dengan partai politik tertentu. Padahal soal jersey itu murni seperti yang sudah disampaikan kami sebelumnya. Kami sebagai klub tentu menerima saran Aremania yang notabene adalah pendukung kami. Salah satunya adalah perubahan desain.”
“Sengaja perubahan itu tidak menggandeng apparel lain, karena sebenarnya kami masih ada kontrak dengan Specs. Tapi alasan dari internal kami sendiri lebih kuat untuk melakukan perubahan, sehingga desain jersey itu berubah. Alhamdulillah banyak pesan singkat positif yang mampir soal jersey itu.”
Kendati demikian, Arema tetap menghormati Specs, dan tidak mengubah jersey kedua mereka yang kotak dengan warna jingga dan merah. Begitu juga dengan kaos kaki, dan rompi.
Sementara itu perwakilan Specs yang dihubungi, Albertha Selva, mengakui sempat ada komunikasi dengan manajemen Arema terkait jersey utama. Namun Specs tidak bisa membuat jersey dalam waktu yang singkat.
“Selain itu, kami juga sudah memproduksi jersey home dengan jumlah yang sangat banyak. Jika desain mereka berganti, akan dikemanakan produksi ini?” tanya Albertha. (gk-48)

PBFC Kencangkan Ikat Pinggang

Pusamania Borneo FC tidak akan memakai jasa pemain asing di turnamen Piala Indonesia Satu
Di Indonesia Super League (ISL) 2015, Pusamania memiliki tiga pemain asing, yaitu striker asal Liberia Erick Weeks Lewis, Srdjan Lopicic (Montenegro), dan Martin Kovachev (Bulgaria).
Pemilik Pusamania Nabil Husein mengungkapkan, manajemen harus cermat dalam berhitung demi lancarnya keuangan klub, serta mempertimbangkan urgensi penggunaan pemain asing.
“[Kami] Harus teliti dengan cashflow klub di turnamen ini nanti. Soalnya, kondisi kita sudah minus setelahforce majeure kemarin. Makanya kita akan lebih mengencangkan ikat pinggang dengan beberapa langkah yang ditempuh manajemen,” ucap Nabil.
“Kita lihat urgensinya. Turnamen berdurasi enam minggu, lalu persiapan empat minggu, apakah ideal jika kita memanggil pemain asing dari negaranya? Selain tentang pembiayaan, jarak tempuh juga kami pikirkan.”
Begitu pun dari jadwal latihan tim. Nabil mengungkapkan, manajemen belum merencanakan waktu untuk mengumpulkan penggawa yang akan tampil di PIS 2015. Pasalnya, Nabil masih menunggu kepastian regulasi dari pihak penyelenggara yang akan dikirim hari ini.
“Masih tunggu aturan main dari penyelenggara, baru bisa kumpulkan pemain. Apabila diakomodasi, saya juga ingin mempromosikan beberapa pemain U-21 kita yang potensial untuk bermain di tim senior.” (gk-59)

Manajer Ingin Persiapan Persib Efektif

Umuh ingin Persib bersiap secara maksimal.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berharap timnya bisa bersiap secara maksimal untuk turnamen Piala Indonesia Satu (PIS). Apalagi, sebelum itu Persib menerima tantangan Arema Cronus untuk laga persahabatan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, 11 Agustus 2015.
Praktis, masa persiapan yang dimiliki jelang pertandingan itu sangat sempit. Persib sendiri berencana baru akan mengumpulkan para pemainnya, 3 Agustus nanti. 
"Memang sempit waktunya. Tapi, saya berharap tim dapat melaluinya dengan baik. Saya sudah bicara dengan jajaran pelatih dan pemain juga, supaya menyiapkan program yang efektif dan tepat selama satu minggu ini," ucap Umuh, seperti dilansir laman resmi klub.
Di sisi lain, Umuh masih belum bisa memberikan kepastian terkait bakal dipanggilnya penyerang asal Montenegro, Ilija Spasojevic. Spasojevic sendiri memang sangat menantikan untuk bisa bermain bersama tim Maung Bandung lagi.
"Itu kita masih bicarakan, kita berharap semuanya berjalan baik, dan menemukan solusi terbaik. Tanggal 12 (Agustus) juga rencana ada pertemuan dengan PT Liga itu untuk kompetisi tahun depan, kita lihat saja seperti apa hasilnya. Mudah-mudahan semua dapat yang terbaik saja," pungkasnya.